Kasus bank century yang kini ramai dibicarakan, jika tertangani secara baik, tanpa ada target untuk menjatuhkan seseorang atau penyelesaian dengan muatan lainnya, di prediksa tidak akan mempengaruhi kondisi pasar modal Indonesia, yang artinya juga aman bagi investor bursa efek Indonesia. Investasi pasar modal memang sensitif, terutama jika politik dan hukum di suatu negara bergejolak, atas latar belakng suatu kasus.
Kasus bank century yang kini ramai dibicarakan, jika tertangani secara baik, tanpa ada target untuk menjatuhkan seseorang atau penyelesaian dengan muatan lainnya, di prediksa tidak akan mempengaruhi kondisi pasar modal Indonesia, yang artinya juga aman bagi investor bursa efek Indonesia.
Pasar modal sebagai salah satu tolak ukur Negara maju, memang bukanlah tanpa resiko apa-apa, bahkan sering dikategorikan bisnis yang sangat beresiko tinggi.
Banyak kasus yang terjadi karena gejolak yang terjadi di pasar modal serta kondisi kerugian suatu perusahan pialang saham.
Warga Sulut sendiri mulai tertarik dengan investasi saham.
Artinya ada resiko dan keuntungan yang berbarengan harus di pahami.
Menyebut kasus dubai worl dan bank century yang berskala Nasional dan Internasional, memang membuat pelaku pasar modal termasuk yang ada di sulut kuatir.
Namun pelaku pasar modal, stenly Alexander menyatakan, meskipun kasus tersebut sangat sensitif dan berpotensi berpengaruh pada bursa efek Indonesia, namun tren ekonomi Indonesia yang cukup baik, rupiah yang masih di posisi stabil terhadap US dolar, serta rapat dewan gubernur bank Indonesia mungkin tidak akan menaikan suku bunga, dapat membuat pelaku pasar modal tenang.
Alexander mengakui, berpengaruh atau tidak, kasus dubai world dan bank century, itu sanagt relatif.
Namun mengingat bank centuri ada di indonesia, hal ini akan tergantung pada penyelesaian bank century ini di bawa ke mana.
Maka dengan kondisi ini, pelaku bursa saham di minta untuk lebih hati hati, dan cermat membaca situasi sehingga tidak terancam rugi.
Ursula PontoS
| < Prev | Next > |
|---|


