Makna perayaan Hari Natal tahun ini, di harapkan menjadi momentum warga Kristiani mengintrospeksi diri, sekaligus merubah prilaku buruk dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, hendaknya pula perayaan natal menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, juga kepada alam ciptaannya.
Hal tersebut di sampaikan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hari Sarundajang dalam kesempatan beribadah bersama, Jemaat GMIM Eben Haezar Bumi Beringin, dalam rangka merayakan hari natal. Gubernur Sarundajang meminta, Perayaan Natal bukan hanya dirayakan dengan seremonial saja, tetapi harus di ingat bahwa, momentum Perayaan Natal bagi kita Umat Kristiani, baiknya menjadikan pribadi kita untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
Perayaan natal tahun ini, biarlah di rayakan dalam kesederhanaan tanpa pesta pora. Rayakan Natal, seperti saat Yesus Lahir di dunia dalam kandang yang hina namun, kedatangannya di dunia memiliki arti yang sangat besar bagi umat manusia.
Tak hanya itu, Gubernur Sarundajang juga mengharapkan perayaan Natal hendaknya menjadikan kita lebih mencintai alam ciptaan Tuhan, karena di sadari bahwa kerusakan lingkungan dewasa ini mulai memberikan dampak buruk, sehingga warga Kristiani dan seluruh masyarakat Sulut harus memelihara lingkungan dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Biarlah keberadaan lingkungan daerah, kita pelihara untuk manfaat masyarakat seluruhnya.
Ibadah Perayan Natal di Jemaat Eben Haezar Bumi Beringin di pimpin langsung Ketua Sinode Gmim Pendeta A.O Supit. Ibadah bersama ini selain di ikuti Gubernur dan keluarga, juga Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Arnold Angkow, dan Ketua Dpr-D Sulut Meyva Salideho Lintang.
Hentje Tumilaar
| < Prev | Next > |
|---|


