Hari ini seluruh wanita di Indonesia merayakan hari Ibu. berbagai tanggapan dan harapan di utarakan terkait dengan hari ibu ini. ada yang berharap wanita jangan di tempatkan pada posisi kedua setelah pria. adapula yang mengharapkan wanita masa kini lebih berperan aktif di berbagai sektor kehidupan.
Beberapa wanita sukses melakoni tugasnya sebagai Ibu rumah tangga. bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi para wanita juga berhasil menerobos mitos, bahwa kapasitas wanita hanya berfungsi sebagai Ibu rumah tangga. Bagi sebagian kalangan wanita tidak mau di sebut sebagai Ibu rumah tangga, namun sebagian kalangan malahan sangat mencintai posisinya sebagai Ibu rumah tangga.
Dua wanita yang berhasil sebagai Ibu rumah tangga, Ibu Meyti dan Ibu Marie bangga menjadi Ibu rumah tangga. menurut mereka pekerjaan tugas dan tangung jawab sebagai Ibu sangat mulia. bahkan dari profesi mereka berhasil menyekolahkan anak-anak mereka.
Sebagai Ibu, mereka pun memiliki tanggung jawab untuk menafkai keluarga mereka. Ibu Meyti sendiri sejak lama menhjadi penjual kue tradisional bahkan berprofesi sebagai penjual kacang asli Kawangkoan.
Profesi serupa juga di lakoni Ibu Marie. setiap akhir tahun Ibu Marie kebanjiran order kue natal. Tidak tanggung-tanggung Ibu tiga orang anak ini membuat kue sampai 40 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Rasa tanggung jawab bagi keluarga selalu menjadi prioritas kedua Ibu ini. Di hari Ibu ini mereka berharap akan lebih baik menjalani tugas mereka sebagai Ibu rumah tanggac. bahkan berharap banyak semua putra-putri mereka mampu menjadi orang tua, minimal melebihi keberadaaan mereka saat ini
Moment hari Ibu mungkin telah di lupakan orang. Namun makna mendalam dari perayaan ini adalah betap besar peran serta Ibu dalam mendidik dan merawat anak, serta pendamping dan penopang bagi suami. Salah satu filosofi yang di yakini dan di pahami hingga sekarang ini adalah surga di bawah telapak kaki Ibu.
Novie Ariantho Pusut, Daniel Tumiwang
| < Prev | Next > |
|---|


